Tuesday, January 29, 2013

Planner, Dicipline, Hardworking, Let God Take care d rest

*MPLL 28 Januari 2013

*PART 1

"Bel berbunyi,
pagi2..
masih ngantuk kututup mataku lagi,
kuteringat, harus bangun,
ada kuliah pak ofyar jam tujuh pagi.... " *Themesong kampanye Jokowi-WhatMakesYouBeatifful
#Ngaco


Senin Pagi. (skrg tgl 28 Jan 13)
Yak, harus bangun pagi nih, soalnya ada kuliah pagi (Pak Ofyar pula)
*udah tingkat 4 masih musti kuliah pagi, hahahha  #gapapa dink mengefektifkan waktu daripada tidur

Yak, Senin Pagi kami anak2 sipil transport mengikuti kuliah Pak Ofyar.
Manajemen dan Pengendalian Lalu Lintas (MPLL).

Kuliah dengan Pak Ofyar ini sangat menarik. Kuliahnya tidak bikin ngantuk, bapaknya seru menjelaskan materinya, diselingi lawakan2, tapi deg2 an juga si, soalnya sering nunjuk2, hahah

"SETUJUUU???"
salah satu kata2 dari kamus beliau yang sering beliau katakan.haha

OK, hari ini beliau menceritakan banyak sekaliii, tentang materi kuliah, tentang lelucon, dan juga motivasi hidup. (tumben nih ditulis)

Dalam hidup ini, kita harus
"Plan, Dicipline, hardworking, and let God take care d rest"

Kemampuan masing2 orang berbeda.
Beliau bercerita bahwa dulu beliau biasa2 saja, tidak jenius sekali, *tapi ya tetap saja pinter.
Ada teman beliau yang sangat jagoan sekali. Bila beliau butuh waktu 5 hari untuk menguasai materi untuk bahan ujian, temannya tersebut mungkin hanya butuh waktu 1 hari untuk menguasai materi tersebut.

Nah, pointnya di mana?
Ternyata, jika diliat dari IPK, nilai IPK beliau jauh lebih tinggi daripada teman beliau tersebut. Padahal kalau secara logika, seharusnya teman beliau tersebut yang lebih tinggi IPK nya, soalnya teman beliau lebih jagoan otaknya.

Kok bisa?
Ternyata, dalam belajar, beliau mempunyai rencana.
Jam sekian sampe sekian belajar. Jam sekian sampai sekian ngeband. Jam sekian sampe sekian aktivitas ini. Jam sekian sampe sekian aktivitas itu....
Beliau juga melaksanakan plan tersebut dengan disiplin dan kerja keras.
Dan ternyata hasil yang didapat pun memuaskan. Beliau mendapatkan nilai yang tinggi, IPK yang tinggi, bahkan melebihi teman beliau yang jenius tersebut.

Oiya, satu hal lagi yang kuingat. Gunakan potensimu semaksimal mungkin. Sebagian besar orang tidak menggunakan potensinya dengan maksimal. Hal itu juga merupakan salah satu penghambat dalam meraih kesuksesan.

"Apapun hasilnya, serahkan dan percayakan kepada Tuhan, sebab Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk umatnya."
"Apapun hasilnya, jika sudah kita rencanakan,kita lakukan dengan disiplin dan kerja keras, serahkan semuanya kepada Tuhan, maka yakinlah, tidak ada penyesalan atasnya..."


Tidak ada penyesalan. "Aduh coba saya belajar sama si A, pasti nilai saya lebih bagus lagi" Aduh coba saya belajar lebih baik lagi, pasti nilai saya tidak akan jelek.."

Rencanakan, lakukan dengan disiplin dan kerja keras, maksimalkan potensi diri yang ada, serahkan apapun hasilnya kepada Tuhan, maka there's no regret for us.....


*kar's

Thursday, January 3, 2013

KONSTRUKSI BALOK


Pemasangan Perancah dengan Metode PCH
PCH (Perth Construction Hire) merupakan salah satu metode yang digunakan pada struktur atas U-Residence.
Keunggulan metode PCH dibandingkan dengan scaffolding antara lain:
a. Lebih mudah dipasang
b.Jumlah yang diperlukan lebih sedikit
c. Kemampuan dalam menahan beban lebih besar
d.Lebih efektif dan efisien dalam menahan beban

Metode Pemasangan PCH
Berikut ini adalah metode pemasangan PCH:
a. Jackbase dipasang sesuai dengan titik-titik penting temat pusat beban merata yang akan ditahan oleh perancah
b.Support disambungkan dengan bagian atas jackbase, ketinggian support dapat diatur sesuai dengan ketinggian yang diinginkan.
c. Ledger dipasang menghubungkan support yang satu dengan yang lain
d.Pada bagian atas support, dipasang u-head sebagai penopang untuk primary beam.
Gambar  Bagian-bagian PCH

Pemasangan Balok LVL dan Bekisting
  LVL (Laminated Veneered Lumber) merupakan balok kayu dengan ukuran tertentu. LVL dalam proses konstruksi U-Residence ini terdiri dari primary beam dan secondary beam. Primary beam merupakan balok penyangga utama yang berukuran lebih besar daripada secondary beam. Primary beam ini diletakkan di atas U-head dengan jarak tertentu. Di atas primary beam, kemudian dipasang secondary beam. Setelah kedua jenis balok penahan  dipasang, kemudian bekisting yang terbuat dari triplek dipasang di atas secondary beam. Sebelum pengecoran, bagian permukaan bekisting kemudian dilapisi dengan mould oil supaya beton tidak menempel dengan bekisting, sehingga bekisting mudah dilepaskan.
Gambar Bagian-Bagian LVL

Pemasangan Tulangan balok
Berikut ini adalah bagian dari tulangan balok:
Gambar Bagian-Bagian Tulangan Balok

Cek Elevasi Balok
 Pengecekan elevasi balok dilakukan dengan menggunakan alat autolevelling. Jika terdapat ketidaksesuaian, maka pengunci standar dinaikkan atau diturunkan sampai elevasi yang sesuai.



Pengecoran Balok
  Pengecoran balok terdiri atas beberapa tahapan. Hampir sama dengan pengecoran kolom, sebelum dicor, beton ready mix diambil nilai slumpnya dahulu, dan diambil sampel untuk benda uji, untuk melihat apakah mutu beton tersebut sesuai atau tidak. Setelah nilai slump dicek dan memnuhi persyaratan, beton ready mix yang akan dipakai untuk pengecoran dimasukkan ke dalam concrete pump untuk dipompa ke area pengecoran melalui pipa baja. Beton ready mix tersebut kemudian dituangkan ke area pengecoran, dan digetarkan dengan menggunakan concrete vibrator agar adukan beton padat dan tidak berongga. Setelah pengecoran selesai (mencapai zona batas cor) adukan diratakan menggunakan alat perata. Untuk merekatkan beton lama dan baru, digunakan calbond (lem beton).
Gambar Pengecoran balok dan lantai

Perkuatan Balok
    Sebelum pengecoran, bekisting balok dipasang perkuatan supaya adukan beton tidak tumpah.

Gambar Perkuatan pada balok

KONSTRUKSI KOLOM


1. Proses Marking
       Marking merupakan titik-titik ataupun garis yang digunakan sebagai acuan letak as kolom,  bekisting, shear wall, dll. Marking ini dibuat berdasarkan titik acuan yang telah ditentukan sebelumnya.
            Alat yang digunakan dalam proses marking antara lain:
a.    Theodolite
   Theodolite merupakan alat yang digunakan untuk menentukan titik as bangunan, ketegaklurusan bangunan, serta menentukan elevasi bangunan
 Gambar Theodolite

b.   Autoleveling
   Autoleveling merupakan alat yang digunakan untuk menentukan elevasi pelat dan lantai.
Gambar Autolevelling

c.    Unting-unting dan benang
` Unting-unting dan benang merupakan alat yang digunakan untuk mengecek ketegaklurusan bekisting/kolom.
Gambar  Unting-unting

2. Pembesian

     Proses pembesian kolom terdiri dari
·      Proses bar cutting dan bar bending
Proses bar cutting merupakan proses pemotongan baja tulangan sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Proses bar cutting ini dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut bar cutter
 
Gambar  Bar Cutter

Proses bar bending merupakan proses pembengkokan tulangan sesuai dengan ukuran diameter yang diinginkan. Proses bar bending ini digunakan untuk membuat sengkang.
 
Gambar  Bar Bender

·      Proses fabrikasi tulangan
Proses fabrikasi tulangan merupakan proses merakit tulangan yang telah dipotong dan dibengkokkan menjadi satu kesatuan tulangan kolom maupun tulangan balok. 
 
Gambar Proses fabrikasi tulangan kolom

·    Pemasangan rangka tulangan pada stek kolom dengan menggunakan tower crane dan bagian dari rangka kolom. Setelah tulangan selesai dipotong, dibengkokkan, serta dirakit sesuai perhitungan, maka langkah selanjutnya adalah pemasangan rangka tulangan pada stek kolom dengan menggunakan tower crane. Dalam hal ini, proyek U-Residence menggunakan 2 tower crane.
  Gambar Tower Crane


Gambar Pemasangan rangka tulangan pada stek kolom



Berikut ini adalah bagian dari rangka kolom : 
 
Gambar Bagian rangka kolom

3.  Pemasangan Sepatu Kolom
Sepatu kolom merupakan profil baja L yang menjadi pembatas bekisting. Sepatu kolom ini berfungsi sebagai acuan pemasangan bekisting kolom.
Gambar Sepatu kolom

4. Pemasangan Bekisting
     Setelah selesai pemasangan rangka kolom pada stek kolom, maka proses selanjutnya adalah pemasangan bekisting. Bekisting diangkat ke lokasi menggunakan tower crane. Setelah sampai di atas (tempat konstruksi), bekisting tersebut tidak langsung dipasang, melainkan dilumuri dulu dengan mould oil. Pelumuran ini bertujuan sebagai pelumas antara beton ready mix dengan bekisting supaya tidak menempel. Kemudian setelah beksiting dilumuri oleh mould oil, bekisting dipasang dan dikencangkan sesuai tempatnya yang sudah dibatasi oleh sepatu kolom. Kemudian dilakukan pengecekan posisi vertikal kolom menggunakan unting-unting. Setelah itu dilakukan pemasangan beton decking dan busa supaya beton ready mix tidak bocor. Setelah bekisting dipasang, maka dipasang juga push pull pada bekisting tersebut. Push pull ini berfungsi untuk menarik atau mendorong posisi bekisting supaya tegak lurus (diketahui menggunakan unting-unting dan theodolite)
 
Gambar Bekisting
Gambar Pelumuran mould oil

5.   Pengecoran
Setelah pemasangan bekisting, maka proses selanjutnya adalah pengecoran beton ready mix. Sebelum dilakukan pengecoran, dilakukan slump test dan pengambilan benda uji.
Sebelum dilakukan pengecoran, area kolom yang akan dicor dibersihkan dulu menggunakan air compressor.
Pengecoran kolom dilakukan menggunakan concrete bucket. concrete bucket yang berisi beton ready mix diangkat ke atas menggunakan tower crane. Pada saat pengangkatan/pemindahan concrete bucket ke atas,  concrete bucket ditutup/dikunci agar beton ready mix tidak tumpah.
Di lokasi pengecoran, tutup dari concrete bucket dibuka dan beton ready mix didituang ke dalam bekisting kolom menggunakan pipa tremi. 
 
Gambar concrete bucket


Tinggi jatuh penuangan beton ready mix disyaratkan sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan. Usahakan sedekat mungkin antara pipa tremi dengan permukaan beton lama. Hal ini dilakukan untuk menghindari agregat kasar terlepas dari adukan beton.

Kemudian, padatkan beton ready mix tersebut menggunakan vibrator. Hal ini bertujuan  untuk mengurangi rongga yang mungkin ada pada beton ready mix tersebut pada saat dituang, supaya kekuatannya dapat dipertahankan.
 
Gambar Vibrator

6. Kepala Kolom
Kepala kolom merupakan bagian atas kolom yang tidak langsung dicor karena masih akan digunakan untuk pengerjaan balok.
Gambar Kepala kolom
                                      (dari kiri ke kanan : kepala kolom sebelum pengecoran; Pemasangan bekisting                            kepala kolom; Kepala kolom setelah pengecoran)